Ma’had Al-Muqoddasah Litahfidzhil Qur’an Ponorogo

Ma’had Al-Muqoddasah Li Tahfidhil Qur’an diresmikan pada tanggal 18 Oktober 1992 oleh KH Hasan Abdullah Sahal dibawah Yayasan Al-Hikmah. Ma’had Al-Muqoddasah Ponorogo ini mendidik para santrinya untuk membaca, menghafal, serta mengamalkan al-Qur’an agar dapat menjadi insan kamil yang berguna bagi umat serta agama.

Wisuda Hufadz Tahun 2019

Selain diberikan pendidikan umum, para santri juga mendapatkan materi pendalaman al-Qur’an yakni dengan membaca, menghafal, dan mengamalkan. “Dalam aplikasinya, santri yang duduk di kelas 1 sampai 3 tingkat SD, biasanya masih ditekankan pada pembelajaran Iqro,” ujar Ustadz Heikal Yanuarshah selaku pengasuh.

Jika bacaan al-Qur’annya sudah lancar dan tidak terbata-bata, maka santri akan mulai diintenskan untuk menghafal al-Qur’an. Biasanya, sebelum menghafal, santri dianjurkan untuk membaca ayat yang akan dihafal berulang-ulang. “Jika sudah lancar barulah mereka mulai menghafal,” sambung Ustadz Heikal.

Untuk santri, hafalan dimulai sehabis subuh dan ashar. Baru selepas itu, magrib kembali mengulang atau menambah hafalan. “Semua tergantung keseriusan juga kemampuan masing-masing anak,” lanjutnya selaku guru tahfidz junior di Muqoddasah.

Pondok ini berusaha untuk mengkondisikan segala sesuatunya. Karena pondok tahfiz bukanlah pondok sembarangan, sehingga tidak boleh memaksakan. “Di sini setiap anak biasanya menyetor 1 halaman sehari,” tutup putra KH Hasan Abdullah Sahal ini.

Dalam menampung para santri yang tergolong masih kecil setara siswa SD (Sekolah Dasar), pondok ini juga menyediakan tempat bermain untuk anak dan petugas untuk membantu mereka menyiapkan kebutuhan sehari-hari,” terang H Khoirul Fata Lc MPd, selaku ustadz di pondok.

Sejak berdirinya, Ma’had Al-Muqoddasah telah mencetak Haffidh/at, yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Serta melanjutkan di perguruan-perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di dalam dan luar Negeri. (Edithya Miranti)